Riwayat Santo Bonaventura

Santo Bonaventura
Uskup dan Pujangga Gereja

Santo Bonaventura dilahirkan pada tahun 1217 di kota kecil Bagnoregio, sekitar 60 mil di utara Roma, Itali Tengah. Semula bernama Giovanni di Fidanza. Konon sewaktu masih kecil ia sakit berat. Ibunya menggendongnya serta menemui Santo Fransiskus Asisi. Pada saat pertemuan tersebut Fransiskus Asisi meramalkan terjadinya hal-hal yang besar bagi anak itu kelak. Fransiskus Asisi memberkatinya dan berseru: Buona ventura, artinya: masa depan yang baik. Kata Bonaventura ini kemudian diabadikan menjadi namanya.

Bonaventura masuk ordo Saudara Saudara Dina Fransiskan (Ordo Friars Minor atau OFM). Kemudian dia dikirim ke Paris untuk belajar filsafat dan theologi di Universitas Paris. Banyak orang yang kagum atas kepandaiannya. Kalau orang bertanya dari mana ia mendapat kepandaiannya, dia menunjuk salib Yesus: Dari Dia, Yesus yang disalibkan saya belajar.

Setelah ditahbiskan menjadi imam, Bonaventura selalu mengucurkan airmatanya setiap kali naik ke altar, karena sangat mendalam hormatnya terhadap Yesus yang disalibkan.

Patung Santo Bonaventura di Gereja Santo Bonaventura Paroki Pulomas

Setelah memperoleh lisensi pada tahun 1248 dia mengajar di universitas ini. Dia juga mengajar saudara-saudaranya seordo. Ketika berusia 35 tahun, dia diangkat sebagai pemimpin tertinggi ordo Fransiskan.

Selama kepemimpinannya, dia bekerja keras untuk menyatukan ordo OFM yang terpecah oleh perbedaan pemahaman tentang penghayatan kemiskinan.

Saudara satu ordo sangat menghargai bimbingannya yang bijaksana sehingga memilihnya kembali sebagai pemimpin OFM hingga sembilan kali. Bonaventura mendapat gelar Doktor pada tahun 1257 bersama temannya Santo Thomas Aquinas.

Banyak buku yang ditulis, antara lain berjudul Itinerarium Mentis ad Deum atau Perjalanan Jiwa menuju Tuhan, dimana dalam buku ini ditulis pesannya seperti juga tertulis pada marmer hitam di bawah Patung Santo Bonaventura di depan gereja kita, kata-kata sebagai berikut:

JANGANLAH PERNAH MERASA CUKUP:

  1. belajar tanpa pengorbanan,

  2. menilik tanpa kekaguman,

  3. taat tanpa sukacita,

  4. bertindak tanpa semangat ilahi,

  5. mengenal tanpa kasih,

  6. mengerti tanpa kerendahan hati,

  7. berjuang keras tanpa rahmat ilahi.

Bonaventura seorang yang rendah hati. Sewaktu utusan Paus membawa topi kardinal, dia mendapati Bonaventura sedang mencuci piring. Bonaventura meminta utusan ini menggantungkan topi kardinalnya di pohon di dekatnya sampai dia selesai mencuci piring. Bonaventura diangkat menjadi kardinal oleh Paus Gregorius X. Bonaventura sangat dipercaya oleh Paus Gregorius X, termasuk dalam tugas penyelenggaraan konsili oikumene ke 14 yang dibuka di Lyons pada tanggal 7 Mei 1274.

Bonaventura meninggal secara mendadak pada hari Minggu tanggal 15 Juli 1274 saat konsili ini masih berlangsung. Pemakamannya dilaksanakan pada hari yang sama, serta dihadiri oleh Paus, dan para kardinal serta peserta konsili lainnya. Bonaventura di kanonisasi pada tanggal 14 April 1482 dan dinyatakan sebagai Pujangga Gereja pada 14 Maret 1488 oleh Paus Sixtus V. Gereja menetapkan 15 Juli sebagai pesta nama Santo Bonaventura. Sebagai umat Bonaventura, tentunya bangga karena memiliki gereja yang memilih nama besarnya sebagai nama gereja. Semoga dapat meneladaninya.