Senin pekan Prapaskah V (U), Senin, 8 April 2019

Bacaan:
T.Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-62;
Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6;
Yoh 8:12-20.

Renungan Sore:

Di zaman sekarang tidak sedikit maling yang teriak maling. Orang yang salah dan berdosa malah menuntut pembenaran bagi keuntungan dirinya. Membuat pernyataan yang menyesatkan masyarakat demi popularitas dan kekuasaan yang ingin dicapai.

Hal inipun telah sejak masa lampau. Di mana Suzana dituduh oleh tua-tua yang ingin mengambil keuntungan dari kemolekan dirinya. Begitupun dengan pernyataan: “Ibu pertiwi tengah diperkosa”. Jangan-jangan pemerkosa itulah yang berkoar-koar untuk mengalihkan keburukan dirinya.

Itulah sebabnya, Kristus mengajak kita untuk mewartakan terang kebenaran. Kebenaran yang obyektif, yang sungguh terlihat dan diakui oleh banyak pihak. Kebenaran yang berdasarkan pada kasih yang menyelamatkan bukan menyesatkan.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Kebenaran ilahi yang menyelamatkan bukan yang menyesatkan.

Refleksi:
Bagaimana anda berani menyuarakan kebenaran dalam terang kasih yang menyelamatkan?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk berani mengungkapkan kebenaran atas dasar kasih. Amin.

Perutusan:
Aku akan belajar berkata jujur.