Senin Biasa Pekan ke-4 (H), Senin, 04 Pebruari 2019

Bacaan:
Ibr 11:32-40;
Mzm 31:20.21.22.23.24;
Mrk 5:1-20.

Renungan Sore:

Ada hal yang menarik dalam Injil hari ini. Diceritakan bagaimana setan pun mengenali bahkan mematuhi Kristus. Mereka mengakui bahwa Kristus adalah Anak Allah yang Mahatinggi. Merekapun memohon dan mengikuti perintah Yesus untuk keluar dari pemuda tersebut dan masuk ke dalam kawanan babi.

Kisah diatas menegur kita semua yang mengaku sebagai Anak Allah. Bila kita hanya mengakui, memohon dan mengikuti Kehendak Allah, kita tidak lebih baik dari si jahat, karena setanpun melakukan hal yang sama.

Yang membedakan kita dengan setan adalah Kasih. Bila setan melakukan hal tersebut karena takut akan siksaan, maka kita diajak untuk mendasarkan sikap dan tindakan kita atas dasar kasih. Kasih yang membebaskan kita dari rasa takut akan siksaan karena kita mengimani Allah adalah Kasih yang senantiasa menyertai kita.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang mengasihi kita dan mengundang kita hidup dalam KasihNya.

Refleksi:
Bagaimana anda berani melakukan segala tindakan baik dan benar atas kasih pada Allah yang telah terlebih dahulu mengasihimu.

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk berani mengasihiMu seperti Engkau yang telah mengasihi kami sehingga kami boleh hidup di dalam KasihMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan melakukan kebaikan dan kebenaran atas dasar kasih bukan ketakutan.