Selasa dalam pekan suci (U), Selasa, 16 April 2019

Bacaan:
Yes 49:1-6;
Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15.17;
Yoh 13:21-33.36-38.

Renungan Sore:

Nabi Yesaya mengungkapkan, kita semua dipanggil untuk menjadi pewarta kebenaran. Panggilan ini sudah dirancang Tuhan, bahkan sejak kita masih berada dalam kandungan. Semasa kita masih berada di rahim, kita sudah dipanggil dengan nama kita masing-masing.

Kita telah ditetapkan untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa sehingga karya keselamatan Allah tergenapi. Itulah sebabnya, kita diajak untuk berani mewartakan kebenaran baik dalam perkataan maupun tindakan nyata, dengan segala konsekuensinya.

Inilah yang diperbuat Yesus yang senantiasa mewartakan kebenaran. Sehingga dikhianati oleh Yudas yang bebal dan memendam amarah, berbeda dengan Petrus yang mau mengakui kesalahan dan bertobat. Semoga kitapun berani mewartakan kebenaran dan mau terbuka terhadap pertobatan.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang memanggil anda untuk mewartakan kebenaran sehingga mampu menjadi penerang dan penyelamat bagi sesama.

Refleksi:
Bagaimana perkataan dan perbuatan anda sungguh mengungkapkan kebenaran hingga menjadi terang dan keselamatan bagi sesama?

Doa:
Ya Bapa, ajarkanlah kami untuk berani mengungkapkan kebenaran dan terbuka pula terhadap pertobatan. Amin.

Perutusan:
Aku akan berusaha mengungkapkan kebenaran melalui kata dan perbuatanku secara konsisten.