Selasa Biasa Pekan ke-8 (H), Selasa, 05 Maret 2019

Bacaan:
Sir 35:1-12;
Mzm 50:5-6.7-8.14.23;
Mrk 10:28-31.

Renungan Sore:

Tidak sedikit dari kita yang memiliki mentalitas upahan. Kalau saya sudah berbuat baik, maka Tuhan harus menganugerahkan berkatNya; bila saya telah berdoa, Tuhan harus mengabulkanNya; orang baik harus dilindungi dan orang jahat harus dihukum. Kita hidup dalam hukum sebab-akibat.

Yang kita lupa adalah kita bukan lagi hamba, bukan lagi orang upahan. Kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Bahkan kita telah menerima keselamatan, karunia hidup yang kekal. Itulah yang patut kita sadari dan syukuri. Dengan bersyukur, kita mengakui kebaikan dan kemuliaan Tuhan.

Rasa syukur perlu kita wujudkan dengan tindakan nyata. Dengan doa, derma dan perbuatan kasih kepada sesama. Kita berbuat baik bukan untuk diselamatkan, tetapi kita berbuat baik sebagai wujud syukur atas keselamatan yang telah dianugerahkan Bapa pada kita.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang mengangkat kita menjadi anakNya dan yang telah menebus serta menyelamatkan kita.

Refleksi:
Bagaimana anda berani bersyukur atas karya keselamatan Tuhan melalui doa, derma dan tindakan kasih pada sesama?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk mensyukuri rahmat pengangkatan kami sebagai anakMu dengan mau ikut dalam karya keselamatanMu bagi seluruh ciptaan. Amin.

Perutusan:
Aku akan bersyukur dengan doa, derma dan tindakan kasih yang nyata.