Sabtu pekan Prapaskah V (U), Sabtu, 13 April 2019

Bacaan:
Yeh 37:21-28;
Mazmur: Yer 31:10.11-12ab.13;
Yoh 11:45-56.

Renungan Sore:

Tidak sedikit orang tua yang mengeluh karena anggota keluarganya sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Setiap kali bertukar pendapat diakhiri dengan keributan karena perbedaan pandangan dan kepentingan. Tiap anggota hidup dalam dunianya masing-masing, sulit untuk menyatukan mereka dalam kasih.

Namun setiap kali diminta untuk memulai doa bersama dalam keluarga. Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari yang tidak ada waktu, sibuk, takut ditolak, capek mengajak, dll. Akhirnya doa bersama tidak dilakukan dan anggota keluarga semakin terasa jauh.

Allah di dalam Kristuslah yang dapat menyatukan keluarga kita. Di dalam doa bersama, kita menghadirkan Kristus untuk bertahkta dalam keluarga kita. Tidak ada yang lebih penting dibandingkan mencapai keselamatan bersama keluarga di dalam Kristus.

Inilah yang perlu dijadikan prioritas hidup sekaligus waktu kita. Kita diajak untuk berani berkorban waktu, tenaga, bahkan perasaan demi mencapai keselamatan tersebut. Pada saat kita bersatu bersama Kristus di dalam doa keluarga, relasi keluarga kitapun akan semakin dipererat.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Kasih Allah yang senantiasa menyatukan dan menyelamatkan kita.

Refleksi:
Bagaimana anda berani berkorban waktu, tenaga bahkan perasaan demi terwujudnya kesatuan dan keselamatan bersama keluarga?

Doa:
Ya Bapa, sadarkanlah kami akan pentingnya kebersamaan dalam doa keluarga, di mana Engkau sendiri datang menyatukan dan menyelamatkan kami. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjalankan doa bersama dalam keluargaku.