Sabtu pekan Prapaskah IV (U), Sabtu, 6 April 2019

Bacaan:
Yer 11:18-20;
Mzm 7:2-3.9b-10.11-12;
Yoh 7:40-53.

Renungan Sore:

Ada seorang umat yang berdoa, “Allah yang Maharahim, lindungilah aku terhadap orang jahat yang membenciku, hukumlah mereka, agar mereka melihat kuasaMu”. Bagi saya, doa umat ini tidak konsisten. Di satu sisi ia mengakui Allah yang Maharahim, tetapi di lain sisi dia meminta agar Allah menghukum musuhnya.

Jika kita mengimani Allah sebagai pelindung dan penyelamat. Allah yang senantiasa mengampuni dan tak pernah menghukum. Iman tersebut haruslah bersifat menyeluruh, tetap dan terus dihidupi dalam setiap perjuangan dan karya pelayanan yang kita lakukan. Jangan sampai kita membeda-bedakan diri kita dengan sesama dan jatuh pada pemikiran sempit akan sifat Allah kepada seluruh ciptaan.

Pikiran sempit mungkin disebabkan karena kita hanya mengacu pada satu sumber saja, seperti ahli Taurat yang berpegang pada Kitab Suci saja. Itulah sebabnya, Gereja Katolik juga menghargai tradisi para rasul dan bapa Gereja serta Magisterium, selain Kitab Suci sebagai sumber iman kita.

Kontemplasi:
Bayangkanlah anda mengali sumber iman Gereja yang sangat kaya yang bersumber dari Kitab Suci, tradisi Gereja dan magisterium Gereja.

Refleksi:
Bagaimana anda belajar memiliki keluasan dan kedalaman iman dengan berani mempelajari Kitab Suci, tradisi Gereja dan Magisterium sebagai kekayaan Gereja?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menjadi pribadi yang berpandangan luas dengan mau rendah hati belajar dan mengali kekayaan iman Gereja yang tertulis dalam Kitab Suci, tradisi dan ajaran resmi Gereja. Amin.

Perutusan:
Aku akan mencoba mempelajari pelbagai sumber-sumber iman yang ada dalam Kitab Suci, tradisi para rasul dan bapa Gereja serta magisterium.