Rabu pekan Prapaskah V (U), Rabu, 10 April 2019

Bacaan:
Dan 3:14-20.24-25.28;
Mazmur: Dan 3:52.53.54.55.56;
Yoh 8:31-42.

Renungan Sore:

“Kebenaran akan membebaskan”, inilah ungkapan yang sering kita dengar. Agar kebohongan yang diucapkan tidak terungkap, maka kebohongan itu harus diikuti dengan kebohongan lain yang lebih besar. Pada saat kita jatuh dalam kondisi tersebut, maka kita hidup dalam kebohongan yang menuntun pada maut.

Dengan berani berlaku benar, maka kitapun akan mengalami kemerdekaan dalam melakukan apapun. Kita diajak untuk menolak dan melawan kebohongan dan dosa yang akan memperbudak kita. Menurut Yesus, setiap orang yang berdosa, ia adalah budak dosa.

Agar kita terbebas dari perbudakan dosa, maka kita perlu bertobat dan hidup dalam kebenaran. Kebenaran yang terungkap dalam kejujuran dan kerendahan-hati, yang didasarkan pada kasih. Tanpa kasih, kebenaran akan menjadi fanatisme buta.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang membebaskan anda dari belenggu dosa karena berani memperjuangkan kebenaran.

Refleksi:
Bagaimana anda keluar dari belenggu dosa dan mencapai kemerdekaan sebagai anak Allah yang secara bebas mentaati KehendakNya?

Doa:
Ya Bapa, mampukanlah kami untuk melawan kuasa dosa sehingga boleh menampakkan jati diri kami sebagai putera/i-Mu yang memperjuangkan kebenaran kepada sesama kami. Amin.

Perutusan:
Aku akan berjuang menghidupi kebenaran atas dasar kasih.