Rabu dalam pekan suci (U), Rabu, 17 April 2019

Bacaan:
Yes 50:4-9a;
Mzm 69:8-10.21-22.31.33-34;
Mat 26:14-25.

Renungan Pagi (Edisi Pemilu):

Hari ini Injil berkisah tentang penghianatan Yudas. Yudas tega menukar Yesus dengan 30 keping uang perak. Mungkin spontan kita marah karena keculasan hati Yudas yang menjual gurunya dengan uang. Namun jangan-jangan kitapun berlaku seperti Yudas dalam hidup sehari-hari.

Kita menukar kebenaran dengan sesuatu yang menguntungkan kita, mulai dari hobi, pekerjaan, kekuasaan, harta, bahkan teman hidup. Kita tega menghianati iman kita untuk kesenangan diri pribadi. Iman kepada Yesus ditukar dengan sesuatu yang lebih rendah.

Bahkan dengan pelbagai alasan kita mulai membenarkan diri kita. Kita tidak mempedulikan suara hati yang menjerit. Hati nurani diacuhkan untuk pembenaran yang telah keliru : “bukan aku ya Rabi?”. Marilah selama pekan suci dan pemilu ini, kita kembali jujur dan meminta ampun atas ketidak-setiaan kita pada Kehendak Allah.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang menganugerahkan suara hati agar anda dapat memilih dan memperjuangkan kebenaran.

Refleksi:
Bagaimana anda belajar untuk memperjuangkan kebenaran yang hadir dalam hati nurani sesuai dengan Kehendak Allah?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah aku untuk mengikuti dan memperjuangkan KehendakMu, tidak hidup menurut nafsu sendiri. Mampukanlah aku untuk setia dan tidak menukar imanku dengan keuntungan sesaat. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjaga imanku pada Yesus. Tidak menukarnya dengan kesenangan duniawi.