PW. Sta. Agata, Perawan dan Martir (M), Selasa, 05 Pebruari 2019

Bacaan:
Ibr 12:1-4;
Mzm 22:26b-27.28.30.31-32;
Mrk 5:21-43.

Renungan Sore:

Tidak ada tindakan iman yang sia-sia. Melalui iman, seseorang berani berharap; dan melalui harapan, kita dapat mengerakkan belas kasih Tuhan dan sesama. Inilah yang terjadi pada kedua orang yang mengalami kesembuhan.

Berkat imannya, wanita yang telah dua belas tahun sakit pendarahan mengalami kesembuhan. Dan berkat iman keluarga dan kerabat, anak yang sudah meninggal memperoleh kebangkitan. Iman yang sama yang perlu kita miliki dan ungkapkan dalam tahun yang baru ini.

Akan banyak tantangan sekaligus kesempatan yang menunggu di deoan kita. Namun kita diajak untuk memandangnya dengan kacamata iman kepada Kasih Allah. Sebagaimana seruan kepada orang Ibrani, agar kita melakukan tindakan iman dengan mata yang tertuju kepada Yesus yang telah sudi berkurban demi keselamatan kita.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Kasih Allah yang rela berkurban demi keselamatan kita.

Refleksi:
Bagaimana anda berani melakukan tindakan iman atas dasar Kasih Allah.

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk berani mengasihiMu seperti Engkau yang telah mengasihi kami sehingga kami boleh hidup di dalam KasihMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan melakukan tindakan iman atas dasar kasih Allah yang telah menyelamatkanku.