PW. St. Paulus Miki dan Temannya (M), Rabu, 06 Pebruari 2019

Bacaan:
Ibr 12:4-7.11-15;
Mzm 103:1-2.13-14.17-18a;
Mrk 6:1-6.

Renungan Sore:

Pada tahun 1597, penguasa Jepang mulai menangkap dan menyiksa para misionaris dan pengajar agama Katolik di Jepang. Ada 6 misionaris Spanyol dari Ordo Santo Fransiskus dan 20 orang martir pribumi Jepang yang ditangkap saat itu. Salah satunya adalah Paulus Miki yang berumur 33 tahun.

Ia bersama Yohanes Goto dan Yakobus Kisai mengalami penyiksaan yang kejam. Telinga mereka disayat, tubuh mereka di sesah hingga memar dan berdarah. Paulus Miki dan teman-temannya digiring ke sebuah bukit di pinggir kota Nagasaki. Disana sudah tersedia 26 salib. Para martir itu disesah dan disalibkan di hadapan rakyat banyak.

Kitapun diajak untuk mengungkapkan iman kita, bukan hanya dengan tetesan darah, tetapi dengan dasar iman dan kasih pada Allah. Allah yang mengasihi dengan mendidik kita agar tidak mencari popularitas/ketenaran duniawi tetapi keselamatan bersama.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Kasih Allah yang mendidik dan memperkembangkan diri kita.

Refleksi:
Bagaimana anda berani mengikuti kehendak Allah dengan mengusahakan keselamatan bersama.

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk berani mengasihiMu seperti Engkau yang telah mengasihi kami sehingga kami boleh hidup di dalam KasihMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan mengimani dan mengasihi Allah yang telah mendidikku.