Kamis pekan Prapaskah V (U), Kamis, 11 April 2019

Bacaan:
Kej 17:3-9;
Mzm 105:4-5.6-7.8-9;
Yoh 8:51-59.

Renungan Sore:

Panggilan gelar senantiasa menyatakan kedudukan/status seseorang. Setiap jabatan pasti memiliki privelegi sekaligus tuntutan tertentu. Ada yang orang yang dipanggil romo, ayah/papa, ibu/mama; pelajar, suami, istri, dll. Masing-masing memiliki hak dan kewajiban yang mesti dilakukan demi terwujudnya kebaikan bersama.

Sebagaimana Abraham (אַבְרָהָם) yang memiliki arti bapa sejumlah besar bangsa; atau Yesus yang disebut Kristus (Χριστός), yang diurapi. Berkat baptisan, kitapun dipanggil menjadi anak-anak Allah (filii Dei). Itulah sebabnya, kita perlu menuruti Kehendak Bapa, sebagaimana anak mengikuti ayahnya.

Berani menjalani tugas perutusan yang khas, sesuai dengan rahmat panggilan kita. Seorang ayah yang mendidik dan melindungi; ibu yang merawat dan mendampingi; pelajar yang menuntut ilmu; romo yang mengembalakan, mewartakan dan menguduskan. Semoga kita dimampukan untuk hidup berpadanan dengan rahmat panggilan.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang memanggil setiap dari kita dengan cara yang khas untuk saling melengkapi demi terciptanya kesejahteraan bersama.

Refleksi:
Bagaimana anda melihat panggilan bukan sekedar sebagai status jabatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbakti melayani sesama?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menghidupi rahmat panggilan kami masing-masing demi terwujudnya KerajaanMu, kerajaan damai dan kasih demi kebaikan bersama. Amin.

Perutusan:
Aku akan melaksanakan tugas panggilanku dengan gembira.