Kamis pekan Prapaskah IV (U), Kamis, 4 April 2019

Bacaan:
Kel 32:7-14;
Mzm 106:19-20.21-22.23;
Yoh 5:31-47.

Renungan Sore:

Ada orang tua yang anaknya dipanggil oleh gurunya di sekolah karena sering berbuat onar dan kerap mendapat nilai buruk dalam pelajaran. Karena panggilan tersebut, ayah dan ibu anak tersebut saling menyalahkan satu sama lain, “Bagaimana kamu mengurus anakmu sih?” Sebagai orang tua, mereka saling melempar tanggung jawab dalam mendidik anaknya.

Mereka lupa akan janji yang pernah diucapkannya dalam penerimaan Sakramen Perkawinan. Inilah yang kira-kira terjadi pada saat Allah dan Musa yang saling mengingatkan tugas dan janjiNya dalam menjaga umat Israel.

Kita dipanggil bukan untuk saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab, tetapi berani memberi keteladanan kepada anak yang dipercayakan Tuhan pada kita. Sehingga pada saat anak kita tumbuh dan berkembang sebagai orang Katolik yang baik dan bertanggung jawab, kitapun dengan bangga bisa memberikan kesaksian: “Inilah anakku yang kukasihi kepadanyalah aku berkenan”.

Kontemplasi:
Bayangkanlah keteladanan yang anda berikan kepada anak anda sehingga membuat mereka bertumbuh dan berkembang menjadi insan Katolik yang baik dan bertanggung jawab.

Refleksi:
Bagaimana anda memberikan keteladanan kepada anak anda sehingga merekapun dapat mengikuti pekerjaan dan sikap hidup yang anda lakukan?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk berani memberikan keteladanan kepada anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada kami, sehingga kamipun boleh bersyukur karena melihat tumbuh kembang mereka. Amin.

Perutusan:
Aku akan berhenti menyalahkan dan melempar tanggung jawab terhadap pendidikan iman anak kami, dan berani memberikan keteladanan hidup Katolik yang baik dan benar kepada mereka.