Kamis biasa pekan ke-4 (H), Kamis, 07 Pebruari 2019

Bacaan:
Ibr 12:18-19.21-24;
Mzm 48:2-3a.3b-4.9.10-11;
Mrk 6:7-13.

Renungan Sore:

Sebagaimana Kristus mengutus muridNya, demikian pula kita diutus Yesus mewartakan Kerajaan Allah pada setiap makhluk. Pewartaan ditujukan bukan pertama-tama kepada sesama, namun yang utama kepada diri sendiri. Bagaimana kita sungguh mengimani dan menghidupi iman akan Allah yang dekat dan berbelas kasih kepada kita semua.

Melalui iman yang dihidupi inilah, kita akan memiliki relasi yang mesra dengan Allah. Dia bukanlah Tuhan yang jauh dan menakutkan, melainkan Bapa yang dekat dan mengasihi kita. Melalui intimasi kita denganNya, kitapun akan mendapatkan pelbagai anugerah yang berguna baik bagi hidup kita maupun bagi sarana pewartaan pada sesama.

Mewartakan pertobatan dimulai dengan diri sendiri yang berani menerima Sakramen Tobat. Mengusir setan dengan menolak godaan dan kecenderungan melakukan dosa. Menyembuhkan, dengan berani mengampuni sesama yang bersalah pada kita. Bukan hal yang mudah, namun selama kita mengandalkan kuasa Bapa bukan kekuatan manusia maka tidak ada yang mustahil.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang dekat dan mengasihi kita.

Refleksi:
Bagaimana anda berani mewartakan Kasih Allah yang memampukan kita untuk bertobat, mengusir setan dan menyembuhkan sesama.

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk mewartakan KasihMu yang telah kami alami dalam hidup ini dengan tindakan nyata. Amin.

Perutusan:
Aku akan mewartakan Kasih Allah dimulai pada diriku dahulu.