Jumat pekan Prapaskah IV (U), Jumat, 16 Maret 2018

Bacaan:
Keb 2:1a.12-22;
Mzm 34:17-18.19-20.21.23;
Yoh 7:1-2.10.25-30.

Renungan Sore:

Menjadi orang baik itu tidak gampang. Tidak jarang ia mendapatkan banyak kesulitan dalam pergaulan hidup sehari-hari. Banyak orang yang tidak sejalan dengannya dan selalu melihat bahwa orang baik itu menjadi penghalang dalam mencapai impian.

Itulah sebabnya, orang baik itu seringkali dikorbankan atau menjadi korban. Yesus pun mengalami nasib serupa. Orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuhNya. Tetapi, Yesus tetap setia untuk menjalankan misi perutusan-Nya. Sebagai orang beriman, kita pun dipanggil untuk menjadi saksi iman.

Menghayati iman kekristenan dengan sungguh-sungguh dan berpegang teguh pada kebenaran. Meski kerap mengalami godaan bahkan dipandang sebagai ancaman bagi orang yang berniat buruk, namun orang yang mengandalkan kebenaran mesti bertahan. Jangan sampai menyerah dan tergoda untuk mengikuti jalan orang fasik.

Sebagai orang beriman, kita mesti senantiasa mengandalkan kebenaran dalam hidup ini. Orang yang berpegang pada kebenaran selalu memperjuangkan kebaikan bersama. Sedangkan orang yang mengandalkan kebohongan hanya memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri.

Kontemplasi:
Bayangkanlah kekudusan yang coba anda perjuangkan dengan rendah hati selama hidup ini.

Refleksi:
Bagaimana anda menjaga kemurnian hati dan pikiran dari segala serangan dari luar dan godaan dari dalam yang mungkin mengalihkan tujuan kekudusan yang anda perjuangkan?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menjadi pribadi yang rendah hati, untuk selalu menjaga kemurnian hati dan pikiran kami dari segala macam tantangan yang dapat membelokan tujuan kekudusan yang kami usahakan. Amin.

Perutusan:
Aku akan belajar menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak terburu dalam menilai seseorang.