Jumat Pekan Prapaskah I (U), Jumat, 15 Maret 2019

Bacaan:
Yeh 18:21-28;
Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8;
Mat 5:20-26

Renungan Sore:

Allah kita adalah Allah yang berbelas kasih, bukan Allah yang menghukum dan menghendaki kematian orang fasik. Allah senantiasa mengharapkan keselamatan seluruh ciptaanNya. Sebab itulah, Dia menjadi Allah yang hidup dan menghidupkan.

Allah senantiasa bersabda dalam menciptakan segala sesuatu, bahkan melalui mulut Allah menghembuskan nafas kehidupan kepada manusia. Maka kita yang hidup diajak untuk mengenakan keutamaan Allah yang berbelas kasih dan menghidupkan.

Melalui mulut kitapun dapat mengungkapkan belas kasih Allah yang menghidupkan. Melalui perkataan yang positif dan membangun, kita dapat membangkitkan semangat yang loyo; melalui doa dan nasehat yang tepat, kita dapat mengarahkan sesama kepada pengharapan, iman dan kasih kepada Allah yang menghidupkan.

Semoga kitapun dapat mengunakan mulut dan perkataan untuk membangun karakter sesama. Dan bukan malah mematikan dengan mencemooh, menghujat bahkan mencap seseorang dengan tujuan untuk membunuh karakternya dengan mengatakan: “kafir dan jahil”.

Kontemplasi:
Bayangkan anda melalui perkataan yang positif berhasil membangkitkan semangat dan menghidupkan sukacita anggota keluarga/komunitas/lingkungan/masyarakat anda.

Refleksi:
Bagaimana anda menata perkataan sehingga mampu menjadi kalimat yang membangun dan bukan sebaliknya?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk dapat berbicara dengan baik dan benar, dan sadarkanlah kami bahwa setiap perkataan merupakan doa yang merupakan cerminan diri kami. Amin.

Perutusan:
Aku akan berbicara dengan perkataan yang menghidupkan dan menyelamatkan karena aku sadar bahwa aku telah dihidupkan oleh Allah.