Hari Raya Minggu Palma (M), Minggu, 14 April 2019

Bacaan:
Yes 50:4-7;
Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24;
Flp 2:6-11;
Mat 26:14-27:66

Renungan Sore:

Hari ini kita mendengar dua bacaan Injil yang bertolak belakang. Injil pertama berkisah penyambutan Yesus sebagai raja di Yerusalem. Injil kedua menceritakan bagaimana penduduk Yerusalem menghujat dan menuntut untuk menyalibkan Yesus.

Di Yerusalemlah kedamaian dan keangkara-murkaan terwujud. Yerusalem  ada dalam hati kita masing-masing. Apakah sikap, pikiran, tutur kata kita sungguh mendatangkan damai atau ke-zaliman? Apakah kita berani menerima segala penderitaan dengan rendah hati sebagaimana Kristus yang mengendarai keledai beban? Ataukah kita cenderung protes, membanding-bandingkan dan melawan dengan penuh angkara?

Marilah kita belajar menerima peristiwa penderitaan dengan tidak mengeluh, menyalahkan orang lain ataupun mengutukinya; tetapi menerimanya dengan kerendahan hati. Dengan hati dan pikiran yang tenang dan berserah pada Allahlah kita mampu menghadapi semua permasalahan yang ada.

Kontemplasi:
Bayangkanlah anda menyelesaikan permasalahan dengan hati dan pikiran yang tenang dan bukan dengan penuh amarah dan dendam.

Refleksi:
Bagaimana aku menghadapi permasalahan dan kesulitan hidup dengan rendah hati dan penuh penyerahan kepada Allah?

Doa:
Ya Bapa, mampukanlah kami menerima dinamika kehidupan dengan gembira karena boleh mengandalkan Engkau, Allah yang penuh Kasih. Amin.

Perutusan:
Aku akan belajar menerima kehidupan yang dianugerahkan Tuhan dengan kerendahan hati, sehingga dapat mendatangkan kedamaian dan bukan kezaliman.