Rabu Sesudah Penampakan Tuhan (P), Rabu, 09 Januari 2019

Bacaan:
1Yoh 4:11-18;
Mzm 72:1-2.10.12-13;
Mrk 6:45-52.

Renungan Sore:

Seorang bapak berpegang pada ayat: Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Karenanya dia tidak pernah takut untuk menghadapi/berhadapan dengan apa saja.

Tidak takut bukan karena tidak bersalah tetapi juga karena tidak memiliki niat buruk. Keberanian yang didasarkan pada kasih. Di dalam kasih tidak ada ketakutan, sebab ketakutan mengandung hukuman, dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yakni kalau kita mempunyai keberanian yang penuh iman pada hari penghakiman, karena, sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Kasih Allah yang membebaskan anda dari ketakutan.

Refleksi:
Bagaimana anda berani mengungkapkan kasih tanpa rasa takut?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk mempersiapkan masa penghakiman nanti dengan berani dan penuh kegembiraan berkat KasihMu yang memerdekakan. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjalankan kasih yang membebaskan diri dari ketakutan.